Lewati ke data sawit

MENGENAL KOMODITAS STRATEGIS INDONESIA

Sawit dalam angka.
Fakta dalam konteks.

Dari kebun hingga kehidupan sehari-hari. Jelajahi peran sawit Indonesia, hasilnya, dan kebenaran datanya.

Jelajahi datanya
LUAS KEBUN SAWIT INDONESIA2024
16,83

juta hektar areal kelapa sawit

Sumber: Ditjenbun Kementan
PRODUKSI MINYAK SAWIT INDONESIA2025
56,55

juta ton minyak sawit

51,66 juta ton CPO4,89 juta ton PKO

7,18% dibandingkan 2024

Sumber: Kementan, merujuk GAPKI
DATA TAHUNAN 2023–2025Produksi · Konsumsi · Perdagangan · Hilirisasi

DATA TENTANG SAWIT

Skala besar.
Peran yang dekat dengan kita.

01 / LUAS AREAL DAN KOMPOSISI KEPEMILIKAN

Berawal dari
kebun Indonesia.

16,83juta hektar

Luas areal kelapa sawit nasional pada 2024.

Sumber: Ditjenbun Kementan ↗

Siapa yang mengusahakan?

Pangsa luas areal menurut status pengusahaan · 2024

  • Perkebunan besar swasta8,58 juta ha50,95%
  • Perkebunan rakyat6,88 juta ha40,85%
  • Perkebunan besar negara559,57 ribu ha3,32%
  • Areal yang akan dikonfirmasikan*820,95 ribu ha4,88%

*) Luas Akan Dikonfirmasi (LAD): selisih data administrasi daerah dan citra satelit Ditjenbun yang status pengusahaannya masih diverifikasi.

SEBARAN LOKASI

Di pulau mana kebun sawit berada?

Sumatera10.201.658 ha · 60,60%
5,09 jt ha (49,90%)3,22 jt ha (31,60%)1,89 jt ha (18,50%)
Kalimantan5.982.568 ha · 35,54%
1,49 jt ha (22,90%)4,97 jt ha (76,30%)53,0 rb ha (0,80%)
Sulawesi390.008 ha · 2,32%
239,0 rb ha (55,50%)180,2 rb ha (41,90%)11,2 rb ha (2,60%)
Papua208.285 ha · 1,24%
48,5 rb ha (20,70%)186,3 rb ha (79,30%)
Jawa32.020 ha · 0,19%
7.020 ha (20,60%)5.810 ha (17,10%)21,2 rb ha (62,30%)
Maluku19.446 ha · 0,12%
802 ha (5,10%)14,9 rb ha (94,90%)
Milik Warga (Perkebunan Rakyat)Milik Korporasi (Perkebunan Besar Swasta)Dan lain-lain (Negara/BUMN & LAD)

Sumber: Ditjenbun, Statistik Perkebunan Jilid I 2024–2026, Tabel 1.9 ↗

02 / PRODUKSI

Bagaimana produksi
kita bergerak?

+3,79 juta ton dibandingkan 2024

CPO adalah minyak dari daging buah sawit. PKO adalah minyak dari inti sawit.

Produksi minyak sawit IndonesiaTotal produksi · juta ton per tahun
CPOPKO
54,84
4,778,70%
50,0791,30%
2023
52,76
4,608,72%
48,1691,28%
2024
56,55
4,898,65%
51,6691,35%
2025

Sumber: Data diolah Sekretariat.

03 / KONSUMSI DOMESTIK

Sawit juga bekerja
di dalam negeri.

Dari minyak goreng hingga biodiesel, kebutuhan domestik menyerap 24,77 juta ton pada 2025.

  • Bioenergi51,29%
    12,70 juta ton

    Bahan baku biodiesel untuk bauran bahan bakar.

  • Pangan39,70%
    9,83 juta ton

    Minyak goreng dan bahan baku industri makanan.

  • Oleokimia9,01%
    2,23 juta ton

    Bahan dasar sabun, kosmetik, dan produk kimia.

Sumber: GAPKI, 2025.

04 / EKSPOR DAN NILAI EKSPOR

Siapa yang menggunakan
sawit kita?

DARI INDONESIA26,60juta ton

Volume ekspor minyak sawit & olahannya · HS 1511, 2025

US$ 29,00miliar

Nilai devisa ekspor · HS 1511, 2025

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), 2025
TiongkokPangan & oleokimia15,17%nilai ekspor 2025

Bahan baku mi instan, biskuit, kembang gula, serta industri sabun dan oleokimia.

US$ 4,40 miliar · 4,04 juta ton

IndiaMinyak makan & pangan12,59%nilai ekspor 2025

Minyak goreng curah dan vanaspati, atau minyak samin nabati, untuk kebutuhan pangan rakyat.

US$ 3,65 miliar · 3,34 juta ton

PakistanMinyak goreng & ghee12,07%nilai ekspor 2025

Minyak makan dan lemak nabati untuk kebutuhan rumah tangga serta pengolahan makanan.

US$ 3,50 miliar · 3,22 juta ton

Amerika SerikatPangan olahan & kosmetik6,55%nilai ekspor 2025

Bahan untuk bakery bebas lemak trans, shortening kue, dan produk perawatan diri.

US$ 1,90 miliar · 1,56 juta ton

BangladeshMinyak makan & kuliner5,69%nilai ekspor 2025

Minyak makan kuliner pokok dan kebutuhan industri pengolahan pangan masyarakat.

US$ 1,65 miliar · 1,53 juta ton

Negara lainnyaPangan, oleokimia & energi47,93%nilai ekspor 2025

US$ 13,90 miliar · 12,91 juta ton

MesirMinyak makan & bahan sabunUS$ 1,25 miliar4,31%
BelandaHub Rotterdam, oleokimia & bioenergiUS$ 0,68 miliar2,34%
ItaliaConfectionery & specialty fatsUS$ 0,53 miliar1,83%
SpanyolBioenergi industri & oleokimiaUS$ 0,48 miliar1,66%
SingapuraHub logistik & re-eksporUS$ 0,08 miliar0,28%
Tujuan lainBeragam produk sawit di tujuan lainUS$ 10,88 miliar37,52%

Profil penggunaan:Data diolah Sekretariat.

Komposisi ekspor menurut kelompok produk · 2024

Kelompok produkVolume
juta ton
Pangsa
volume
Nilai FOB
miliar USD
Pangsa
nilai
PrimerAntara lain cangkang dan bagian tanaman4,8214,88%0,552,38%
ManufakturTermasuk CPO, minyak olahan, PKO, dan bungkil27,5485,12%22,3297,62%
Primer

Antara lain cangkang dan bagian tanaman

Volume
4,82 juta ton
Pangsa 14,88%
Nilai FOB
0,55 miliar USD
Pangsa 2,38%
Manufaktur

Termasuk CPO, minyak olahan, PKO, dan bungkil

Volume
27,54 juta ton
Pangsa 85,12%
Nilai FOB
22,32 miliar USD
Pangsa 97,62%

Sumber: Pusdatin, Tabel 4.9, hlm. 32.

Rincian produk menurut kode HS 8-digit Januari–Mei 2025 · Pusdatin Kementan

Total ekspor: 13,16 juta ton senilai US$10,42 miliar.

Jenis / kode HSVolume
juta ton
Pangsa
volume
Nilai FOB
juta USD
Pangsa
nilai
CPO mentah151110000,675,10%743,867,14%
Minyak sawit dimurnikan151190202,0715,72%2.174,1320,86%
Fraksi padat · iodine 30–<40151190310,685,17%736,617,07%
Fraksi cair · iodine 55–<60151190374,0330,60%4.246,1140,74%
Fraksi cair lainnya151190390,040,32%48,140,46%
Minyak inti sawit RBD151329950,362,77%643,416,17%
Bungkil inti sawit230660101,078,09%123,431,18%
Manufaktur lainnyaHS lainnya dalam cakupan publikasi2,0415,49%1.470,0114,10%
Produk primerTermasuk cangkang dan bagian tanaman2,2016,74%237,352,28%
CPO mentah

15111000

Volume
0,67 juta ton
Pangsa 5,10%
Nilai FOB
743,86 juta USD
Pangsa 7,14%
Minyak sawit dimurnikan

15119020

Volume
2,07 juta ton
Pangsa 15,72%
Nilai FOB
2.174,13 juta USD
Pangsa 20,86%
Fraksi padat · iodine 30–<40

15119031

Volume
0,68 juta ton
Pangsa 5,17%
Nilai FOB
736,61 juta USD
Pangsa 7,07%
Fraksi cair · iodine 55–<60

15119037

Volume
4,03 juta ton
Pangsa 30,60%
Nilai FOB
4.246,11 juta USD
Pangsa 40,74%
Fraksi cair lainnya

15119039

Volume
0,04 juta ton
Pangsa 0,32%
Nilai FOB
48,14 juta USD
Pangsa 0,46%
Minyak inti sawit RBD

15132995

Volume
0,36 juta ton
Pangsa 2,77%
Nilai FOB
643,41 juta USD
Pangsa 6,17%
Bungkil inti sawit

23066010

Volume
1,07 juta ton
Pangsa 8,09%
Nilai FOB
123,43 juta USD
Pangsa 1,18%
Manufaktur lainnya

HS lainnya dalam cakupan publikasi

Volume
2,04 juta ton
Pangsa 15,49%
Nilai FOB
1.470,01 juta USD
Pangsa 14,10%
Produk primer

Termasuk cangkang dan bagian tanaman

Volume
2,20 juta ton
Pangsa 16,74%
Nilai FOB
237,35 juta USD
Pangsa 2,28%

Sumber: BPS diolah Pusdatin, Tabel 4.12. Cakupan kedua tabel mengikuti HS publikasi, termasuk PKO, bungkil, dan produk primer; tidak mencakup seluruh biodiesel dan oleokimia.

05 / HARGA DI BERBAGAI PASAR

Satu komoditas.
Beragam acuan harga.

CPO

Olein

Tren Harga Pasar

CPO
Olein
Harga (USD / ton)

Gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk melihat harga per tanggal.

Sumber: Data diolah Sekretariat.

06 / ACUAN EKSPOR INDONESIA

Dari harga acuan
ke pungutan ekspor.

Sumber: Data diolah Sekretariat.

07 / HARGA TBS

Harga TBS
di berbagai wilayah.

Tandan Buah Segar kemitraan plasma di PKS mitra · Rupiah/kg.

Pilih wilayah harga TBS

Harga TBS Sumatera

Harga TBS Kalimantan

Harga TBS Sulawesi

Harga TBS Papua

Penetapan harga TBS kemitraan plasma berpedoman pada Permentan No. 13 Tahun 2024 dan Berita Acara Rapat Tim Penetapan Dinas Perkebunan Provinsi.

Permentan 13/2024 (JDIH BPK RI) ↗Ditjen Perkebunan Kementan ↗SIPASBUN Kementan ↗
08 / HILIRISASI

Satu tanaman.
Begitu banyak kegunaan.

Oleopangan

Di dapur. Di meja makan.

  • Minyak gorengUntuk memasak sehari-hari
  • MargarinOlesan & bahan kue
  • ShorteningLemak untuk roti & pastry
  • Krimer nabatiPelengkap minuman

Oleokimia

Merawat diri dan rumah.

  • SabunPembersih tubuh
  • SampoPerawatan rambut
  • KosmetikBahan formulasi perawatan
  • DeterjenPembersih pakaian

Bioenergi

Menggerakkan perjalanan.

  • BiodieselBahan campuran solar
  • Green dieselBahan bakar melalui HVO
  • BioavturJalur bahan bakar pesawat
  • BiogasEnergi dari limbah cair

Biomassa & material

Sisa yang punya guna.

  • Bahan bakar boilerDari cangkang sawit
  • BiopeletDari tandan kosong
  • Pulp & kertasDari serat tandan kosong
  • Pakan ternakDari bungkil inti sawit

Pemanfaatan bergantung pada formulasi dan teknologi pengolahan. Sumber: Data diolah Sekretariat.

Catatan data & sumber bacaan

Kompilasi Data, Fakta Ilmiah, dan Bukti Komparatif Kelapa Sawit Nasional & Global, September 2026. “Data diolah Sekretariat” merujuk pada pengolahan beberapa sumber. Pembulatan dapat menyebabkan selisih antara jumlah komponen dan total.

Produksi & konsumsi domestik

Pangsa konsumsi dihitung dari jumlah komponen 24,76 juta ton; total GAPKI 24,77 juta ton. Perbandingan produksi, konsumsi, dan ekspor perlu memperhitungkan stok serta cakupan produk.

Ekspor & negara tujuan

Pangsa negara = nilai ekspor tujuan ÷ total devisa US$29,00 miliar (BPS 2025, HS 1511). Persentase tabel produk memakai total periode masing-masing. Volume negara ditampilkan sesuai ketersediaan data.

Tabel 4.15 menjadi rujukan historis negara tujuan 2020 dan 2024. Seri ekspor GAPKI dalam CSV memiliki cakupan berbeda dari ringkasan BPS.

Harga komoditas & kebijakan ekspor
Harga TBS plasma & instansi daerah

Areal, keanekaragaman hayati & unduhan

Luas areal 2024 berstatus angka sementara.

FAKTA DAN MITOS

Kenali klaimnya.
Pahami konteksnya.

01Lahan & produktivitas“Sawit rakus lahan.”
Mitos

Justru, sawit menghasilkan lebih banyak minyak dari lahan yang lebih sedikit.

Untuk menghasilkan volume minyak yang sama, sawit membutuhkan lahan lebih sedikit dibandingkan banyak tanaman minyak nabati lainnya. Analisis Our World in Data untuk 2017 menunjukkan sawit memasok 36% minyak nabati dunia dengan hanya 8,6% lahan tanaman penghasil minyak. IUCN mencatat produktivitas minyaknya dapat mencapai hingga sembilan kali tanaman minyak utama lainnya.

Mengganti seluruh sawit dengan minyak lain dapat memperbesar kebutuhan lahan. Keunggulan ini perlu dimanfaatkan melalui peningkatan hasil kebun yang sudah ada, tanpa membuka hutan baru.

02Deforestasi“Sawit melakukan deforestasi.”
Perlu konteks

Kontribusi sawit sekitar 7%, dan tidak semua areal merupakan hasil deforestasi.

Berdasarkan data FAO (Remote Sensing Survey), kontribusi kelapa sawit terhadap deforestasi dunia tercatat sekitar 7%. Selain itu, tidak semua pembukaan kebun sawit merupakan hasil deforestasi hutan primer, melainkan sebagian besar merupakan pengalihan lahan—seperti alih fungsi dari komoditas tanaman lain (karet, kelapa, kakao), pemanfaatan semak belukar, lahan terdegradasi, maupun bekas areal konsesi tebangan kayu.

Di Indonesia, laju deforestasi netto 2019–2020 turun 75,03% dari periode sebelumnya menjadi 115,46 ribu hektar (rekor terendah dalam pencatatan resmi). Inpres No. 5 Tahun 2019 menetapkan penghentian permanen izin baru di hutan alam primer dan lahan gambut dengan peta indikatif mencakup lebih dari 66,1 juta hektar, melampaui luas daratan Prancis.

Sumber: FAO Remote Sensing Survey 2000–2018 dan data deforestasi KLHK.

03Air & lingkungan“Sawit menghabiskan sumber daya air.”
Generalisasi menyesatkan

Air yang digunakan terutama berasal dari hujan yang tersimpan di tanah.

Dalam kajian jejak air global Mekonnen & Hoekstra, minyak sawit rafinasi memiliki komponen air hujan (green water) sekitar 4.787 m³ per ton, dibandingkan sekitar 1 m³ per ton air permukaan atau air tanah yang dikonsumsi (blue water). Jadi, angka jejak air tidak bisa langsung diartikan sebagai air yang dipompa dari sumur warga.

Angka tersebut adalah rata-rata global periode 1996–2005, bukan pengukuran semua kebun Indonesia saat ini. Dominasi air hujan tidak berarti kebun bebas dampak terhadap tata air; kondisi tanah, drainase, tutupan lahan, dan musim tetap perlu diperhatikan.

04Petani & kepemilikan“Sawit hanya milik perusahaan-perusahaan besar.”
Mitos

Faktanya, jutaan hektar kebun sawit diusahakan pekebun rakyat.

Hasil rekonsiliasi tutupan sawit nasional 2019 yang dipublikasikan Kemenko Perekonomian mencatat 6,72 juta hektar perkebunan rakyat, atau 41% dari total 16,38 juta hektar. Kelompok ini mencakup pekebun swadaya dan kemitraan. Sisanya terdiri dari perkebunan besar swasta sebesar 53% dan perkebunan besar negara sebesar 6%.

Angka 41% menunjukkan bagian luas tutupan perkebunan rakyat pada tahun rujukan, bukan pangsa produksi atau keuntungan. Petani merupakan bagian penting dari industri sawit; akses bibit, pembiayaan, legalitas, dan pasar tetap menentukan manfaat yang mereka terima.

05Pangan & kesehatan“Minyak kelapa sawit tidak sehat.”
Perlu dilihat komposisi dan porsinya

Minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan pangan; lemak trans bukan sifat alaminya.

SEAFAST IPB menjelaskan bahwa minyak sawit secara alami tidak mengandung lemak trans. Sifatnya yang semi-padat memungkinkan penggunaan dalam sejumlah produk pangan tanpa hidrogenasi parsial, proses yang dapat membentuk lemak trans industri. Karena itu, menyamakan minyak sawit dengan lemak trans berbahaya adalah keliru.

Minyak sawit tetap mengandung lemak jenuh. WHO menganjurkan membatasi lemak jenuh hingga paling banyak 10% energi harian dan menggantinya dengan lemak tak jenuh. Bebas lemak trans bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas; nilai kesehatan juga bergantung pada jumlah dan keseluruhan pola makan.

06B50 & minyak goreng“Kebutuhan B50 merebut pasokan dan membuat minyak goreng langka.”
Tidak otomatis demikian

Realitanya, produksi Indonesia jauh melampaui kebutuhan pangan domestik.

Sebagai gambaran skala, produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai 51,66 juta ton, sementara penggunaan sawit untuk pangan dalam kompilasi 2025 sekitar 9,83 juta ton. Artinya, produksi melampaui kebutuhan pangan saja. Pada peluncuran B50 Juli 2026, ESDM menyebut kebutuhan CPO untuk biodiesel sebesar 16,3 juta ton. Tambahan kebutuhan energi tidak otomatis berarti bahan baku minyak goreng habis.

Surplus terhadap kebutuhan pangan bukan stok bebas setelah semua penggunaan. Angka 2025 dan kebutuhan B50 2026 berbeda periode, sehingga tidak dijumlahkan sebagai neraca aktual. Alokasi ekspor, oleokimia, stok, harga, dan distribusi tetap perlu dikelola agar pasokan pangan tersedia.

Perlu informasi lebih lanjut?

Hubungi Sekretariat untuk koordinasi atau permintaan data.

Hubungi Sekretariat