Primer
Antara lain cangkang dan bagian tanaman
- Volume
- 4,82 juta ton
- Pangsa 14,88%
- Nilai FOB
- 0,55 miliar USD
- Pangsa 2,38%
MENGENAL KOMODITAS STRATEGIS INDONESIA
Dari kebun hingga kehidupan sehari-hari. Jelajahi peran sawit Indonesia, hasilnya, dan kebenaran datanya.
Jelajahi datanyajuta ton minyak sawit
7,18% dibandingkan 2024
Sumber: Kementan, merujuk GAPKIDATA TENTANG SAWIT
16,83juta hektar
Luas areal kelapa sawit nasional pada 2024.
Sumber: Ditjenbun Kementan ↗Pangsa luas areal menurut status pengusahaan · 2024
*) Luas Akan Dikonfirmasi (LAD): selisih data administrasi daerah dan citra satelit Ditjenbun yang status pengusahaannya masih diverifikasi.
Sumber: Ditjenbun, Statistik Perkebunan Jilid I 2024–2026, Tabel 1.9 ↗
+3,79 juta ton dibandingkan 2024
CPO adalah minyak dari daging buah sawit. PKO adalah minyak dari inti sawit.
Sumber: Data diolah Sekretariat.
Dari minyak goreng hingga biodiesel, kebutuhan domestik menyerap 24,77 juta ton pada 2025.
Bahan baku biodiesel untuk bauran bahan bakar.
Minyak goreng dan bahan baku industri makanan.
Bahan dasar sabun, kosmetik, dan produk kimia.
Volume ekspor minyak sawit & olahannya · HS 1511, 2025
US$ 29,00miliarNilai devisa ekspor · HS 1511, 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), 2025Bahan baku mi instan, biskuit, kembang gula, serta industri sabun dan oleokimia.
US$ 4,40 miliar · 4,04 juta ton
Minyak goreng curah dan vanaspati, atau minyak samin nabati, untuk kebutuhan pangan rakyat.
US$ 3,65 miliar · 3,34 juta ton
Minyak makan dan lemak nabati untuk kebutuhan rumah tangga serta pengolahan makanan.
US$ 3,50 miliar · 3,22 juta ton
Bahan untuk bakery bebas lemak trans, shortening kue, dan produk perawatan diri.
US$ 1,90 miliar · 1,56 juta ton
Minyak makan kuliner pokok dan kebutuhan industri pengolahan pangan masyarakat.
US$ 1,65 miliar · 1,53 juta ton
US$ 13,90 miliar · 12,91 juta ton
Profil penggunaan:Data diolah Sekretariat.
| Kelompok produk | Volume juta ton | Pangsa volume | Nilai FOB miliar USD | Pangsa nilai |
|---|---|---|---|---|
| PrimerAntara lain cangkang dan bagian tanaman | 4,82 | 14,88% | 0,55 | 2,38% |
| ManufakturTermasuk CPO, minyak olahan, PKO, dan bungkil | 27,54 | 85,12% | 22,32 | 97,62% |
Antara lain cangkang dan bagian tanaman
Termasuk CPO, minyak olahan, PKO, dan bungkil
Sumber: Pusdatin, Tabel 4.9, hlm. 32.
Total ekspor: 13,16 juta ton senilai US$10,42 miliar.
| Jenis / kode HS | Volume juta ton | Pangsa volume | Nilai FOB juta USD | Pangsa nilai |
|---|---|---|---|---|
| CPO mentah15111000 | 0,67 | 5,10% | 743,86 | 7,14% |
| Minyak sawit dimurnikan15119020 | 2,07 | 15,72% | 2.174,13 | 20,86% |
| Fraksi padat · iodine 30–<4015119031 | 0,68 | 5,17% | 736,61 | 7,07% |
| Fraksi cair · iodine 55–<6015119037 | 4,03 | 30,60% | 4.246,11 | 40,74% |
| Fraksi cair lainnya15119039 | 0,04 | 0,32% | 48,14 | 0,46% |
| Minyak inti sawit RBD15132995 | 0,36 | 2,77% | 643,41 | 6,17% |
| Bungkil inti sawit23066010 | 1,07 | 8,09% | 123,43 | 1,18% |
| Manufaktur lainnyaHS lainnya dalam cakupan publikasi | 2,04 | 15,49% | 1.470,01 | 14,10% |
| Produk primerTermasuk cangkang dan bagian tanaman | 2,20 | 16,74% | 237,35 | 2,28% |
15111000
15119020
15119031
15119037
15119039
15132995
23066010
HS lainnya dalam cakupan publikasi
Termasuk cangkang dan bagian tanaman
Sumber: BPS diolah Pusdatin, Tabel 4.12. Cakupan kedua tabel mengikuti HS publikasi, termasuk PKO, bungkil, dan produk primer; tidak mencakup seluruh biodiesel dan oleokimia.
CIF Rotterdam (Forward)
15 Oktober 2026
Sumber: Bappebti · Harga Komoditas BursaSumber ↗Bursa Malaysia Derivatives
14 Oktober 2026
Sumber: MPOC / Bursa MalaysiaSumber ↗Solvent Extractors' Association (SEA)
12 Oktober 2026
Sumber: SEA of IndiaSumber ↗Indonesia Commodity & Derivatives Exchange
15 Oktober 2026
Sumber: Bappebti · Harga Komoditas BursaSumber ↗PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN)
14 Oktober 2026
Sumber: KPBN InacomSumber ↗CIF Rotterdam (Forward)
15 Oktober 2026
Sumber: Bappebti · Harga Komoditas BursaSumber ↗FOB Pasir Gudang / Port Klang
13 Oktober 2026
Sumber: MPOB / Pasar EksporSumber ↗Dalian Commodity Exchange
15 Oktober 2026
Sumber: DCE / Pasar KomoditasSumber ↗Pakistan Mercantile Exchange (PMEX)
Oktober 2026
Sumber: PMEX / Karachi StocksSumber ↗Pilih setidaknya satu pasar untuk melihat tren harga.
Gunakan tombol panah kiri atau kanan untuk melihat harga per tanggal.
Sumber: Data diolah Sekretariat.
1.042,15USD / ton
periode 1–31 Oktober 2026. Harga Referensi (HR) menjadi dasar BK dan PE.
Kemendag · Kepmendag 1921/2026 ↗178USD / ton
periode 1–31 Oktober 2026. Besaran tarif mengikuti kelompok HR dalam tabel Bea Keluar CPO.
PMK 38/2024 jo. PMK 68/2025 ↗12,5%dari HR CPO
Setara USD 130,27/ton, dikenakan terpisah dari Bea Keluar.
PMK 69/2025 jo. PMK 9/2026 ↗Sumber: Data diolah Sekretariat.
Tandan Buah Segar kemitraan plasma di PKS mitra · Rupiah/kg.
Oktober 2026
30 September – 6 Oktober 2026
30 September – 6 Oktober 2026
2–8 Oktober 2026
Belum dicantumkan
1–15 Oktober 2026
Belum dicantumkan
Belum dicantumkan
Belum dicantumkan
September–Oktober 2026
September–Oktober 2026
Belum dicantumkan
Oktober 2026
Belum dicantumkan
Belum dicantumkan
Belum dicantumkan
Belum dicantumkan
September–Oktober 2026
Belum dicantumkan
Penetapan harga TBS kemitraan plasma berpedoman pada Permentan No. 13 Tahun 2024 dan Berita Acara Rapat Tim Penetapan Dinas Perkebunan Provinsi.
Permentan 13/2024 (JDIH BPK RI) ↗Ditjen Perkebunan Kementan ↗SIPASBUN Kementan ↗Oleopangan
Oleokimia
Bioenergi
Biomassa & material
Pemanfaatan bergantung pada formulasi dan teknologi pengolahan. Sumber: Data diolah Sekretariat.
Kompilasi Data, Fakta Ilmiah, dan Bukti Komparatif Kelapa Sawit Nasional & Global, September 2026. “Data diolah Sekretariat” merujuk pada pengolahan beberapa sumber. Pembulatan dapat menyebabkan selisih antara jumlah komponen dan total.
Pangsa konsumsi dihitung dari jumlah komponen 24,76 juta ton; total GAPKI 24,77 juta ton. Perbandingan produksi, konsumsi, dan ekspor perlu memperhitungkan stok serta cakupan produk.
Pangsa negara = nilai ekspor tujuan ÷ total devisa US$29,00 miliar (BPS 2025, HS 1511). Persentase tabel produk memakai total periode masing-masing. Volume negara ditampilkan sesuai ketersediaan data.
Tabel 4.15 menjadi rujukan historis negara tujuan 2020 dan 2024. Seri ekspor GAPKI dalam CSV memiliki cakupan berbeda dari ringkasan BPS.
Luas areal 2024 berstatus angka sementara.
FAKTA DAN MITOS
Untuk menghasilkan volume minyak yang sama, sawit membutuhkan lahan lebih sedikit dibandingkan banyak tanaman minyak nabati lainnya. Analisis Our World in Data untuk 2017 menunjukkan sawit memasok 36% minyak nabati dunia dengan hanya 8,6% lahan tanaman penghasil minyak. IUCN mencatat produktivitas minyaknya dapat mencapai hingga sembilan kali tanaman minyak utama lainnya.
Mengganti seluruh sawit dengan minyak lain dapat memperbesar kebutuhan lahan. Keunggulan ini perlu dimanfaatkan melalui peningkatan hasil kebun yang sudah ada, tanpa membuka hutan baru.
Berdasarkan data FAO (Remote Sensing Survey), kontribusi kelapa sawit terhadap deforestasi dunia tercatat sekitar 7%. Selain itu, tidak semua pembukaan kebun sawit merupakan hasil deforestasi hutan primer, melainkan sebagian besar merupakan pengalihan lahan—seperti alih fungsi dari komoditas tanaman lain (karet, kelapa, kakao), pemanfaatan semak belukar, lahan terdegradasi, maupun bekas areal konsesi tebangan kayu.
Di Indonesia, laju deforestasi netto 2019–2020 turun 75,03% dari periode sebelumnya menjadi 115,46 ribu hektar (rekor terendah dalam pencatatan resmi). Inpres No. 5 Tahun 2019 menetapkan penghentian permanen izin baru di hutan alam primer dan lahan gambut dengan peta indikatif mencakup lebih dari 66,1 juta hektar, melampaui luas daratan Prancis.
Sumber: FAO Remote Sensing Survey 2000–2018 dan data deforestasi KLHK.
Dalam kajian jejak air global Mekonnen & Hoekstra, minyak sawit rafinasi memiliki komponen air hujan (green water) sekitar 4.787 m³ per ton, dibandingkan sekitar 1 m³ per ton air permukaan atau air tanah yang dikonsumsi (blue water). Jadi, angka jejak air tidak bisa langsung diartikan sebagai air yang dipompa dari sumur warga.
Angka tersebut adalah rata-rata global periode 1996–2005, bukan pengukuran semua kebun Indonesia saat ini. Dominasi air hujan tidak berarti kebun bebas dampak terhadap tata air; kondisi tanah, drainase, tutupan lahan, dan musim tetap perlu diperhatikan.
Hasil rekonsiliasi tutupan sawit nasional 2019 yang dipublikasikan Kemenko Perekonomian mencatat 6,72 juta hektar perkebunan rakyat, atau 41% dari total 16,38 juta hektar. Kelompok ini mencakup pekebun swadaya dan kemitraan. Sisanya terdiri dari perkebunan besar swasta sebesar 53% dan perkebunan besar negara sebesar 6%.
Angka 41% menunjukkan bagian luas tutupan perkebunan rakyat pada tahun rujukan, bukan pangsa produksi atau keuntungan. Petani merupakan bagian penting dari industri sawit; akses bibit, pembiayaan, legalitas, dan pasar tetap menentukan manfaat yang mereka terima.
SEAFAST IPB menjelaskan bahwa minyak sawit secara alami tidak mengandung lemak trans. Sifatnya yang semi-padat memungkinkan penggunaan dalam sejumlah produk pangan tanpa hidrogenasi parsial, proses yang dapat membentuk lemak trans industri. Karena itu, menyamakan minyak sawit dengan lemak trans berbahaya adalah keliru.
Minyak sawit tetap mengandung lemak jenuh. WHO menganjurkan membatasi lemak jenuh hingga paling banyak 10% energi harian dan menggantinya dengan lemak tak jenuh. Bebas lemak trans bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas; nilai kesehatan juga bergantung pada jumlah dan keseluruhan pola makan.
Sebagai gambaran skala, produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai 51,66 juta ton, sementara penggunaan sawit untuk pangan dalam kompilasi 2025 sekitar 9,83 juta ton. Artinya, produksi melampaui kebutuhan pangan saja. Pada peluncuran B50 Juli 2026, ESDM menyebut kebutuhan CPO untuk biodiesel sebesar 16,3 juta ton. Tambahan kebutuhan energi tidak otomatis berarti bahan baku minyak goreng habis.
Surplus terhadap kebutuhan pangan bukan stok bebas setelah semua penggunaan. Angka 2025 dan kebutuhan B50 2026 berbeda periode, sehingga tidak dijumlahkan sebagai neraca aktual. Alokasi ekspor, oleokimia, stok, harga, dan distribusi tetap perlu dikelola agar pasokan pangan tersedia.
Hubungi Sekretariat untuk koordinasi atau permintaan data.